siap.click – Tim atlet beladiri tradisional Benjang asal DKI Jakarta berhasil menorehkan pencapaian yang gemilang dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025, digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka mendulang dua medali emas dan satu medali perunggu usai bertarung di induk olahraga beladiri masyarakat khas Sunda tersebut.
Salah satu peraih emas adalah Akmal Fadhlurrahman, siswa SMPN 189 Jakarta. Ia mengungkapkan rasa syukurnya dapat berpartisipasi dan tampil maksimal di ajang bergengsi tersebut. “Saya senang dan bersyukur bisa hadir dan tampil pada perlombaan Benjang di Fornas VIII NTB dan memenangkan emas,” ujar Akmal.
Medali emas lainnya disumbangkan oleh Taqi Syathir Hibban Hendriyana, siswa kelas 8 MTSN 27 Jakarta. Ia mendedikasikan kemenangannya untuk keluarga, sekolah, dan DKI Jakarta. “Ini untuk orang tua, sekolah, dan provinsi tercinta. Saya senang bisa mengharumkan nama Jakarta,” ucap Taqi.
Sementara itu, Muhammad Kafahbi Arafah, siswa SMPN 189 Jakarta, turut menyumbangkan medali perunggu. Meski belum meraih emas, ia menyebut pengalaman di NTB menjadi pelecut semangat untuk berprestasi lebih tinggi di masa depan.
“Alhamdulillah bisa ikut perlombaan di Fornas VIII NTB dan meraih perunggu. Masih mau ikut lagi dan merasa tertantang,” kata Kafahbi, yang menargetkan tampil di Fornas IX Sulawesi Tengah pada 2027. Medali perak diraih oleh Aldo Firmansyah, siswa kelas 12 SMA Islam Said Naum. Ia mengaku pengalaman pertamanya di ajang Fornas sangat berkesan.
“Senang bisa ikut Fornas, dan ini pengalaman pertama saya. Tidak kapok, justru makin semangat untuk ikut Fornas lagi dengan persiapan yang lebih matang,” ujar Aldo yang belum berhasil mendapatkan medali.
Target Tiga Emas
Capaian ini disambut dengan penuh syukur oleh Ketua Perkumpulan Seni Olahraga Benjang Indonesia (PSOBI) DKI Jakarta, Herizal. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja keras para atlet dan pembinaan yang konsisten.
“Kami sangat bersyukur anak-anak kami mengantongi dua emas, satu perunggu,” ungkap Herizal. Herizal menjelaskan pencapaian ini merupakan kali ketiga PSOBI DKI Jakarta yang berpartisipasi dalam Fornas. Pada Fornas sebelumnya di Palembang, timnya membawa dua perak dan dua perunggu, sementara di Fornas Jawa Barat mereka mengantongi satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
“Pencapaian di Fornas VIII NTB jelas menunjukkan peningkatan. Kami bangga, tapi tidak berpuas diri,” ucap Herizal. Ia menambahkan, PSOBI DKI kini mulai mempersiapkan kontingen untuk Fornas IX di Sulawesi Tengah. Targetnya lebih tinggi: tiga medali emas.
“Insyaallah kami akan targetkan tiga emas. Kami akan kirim minimal sembilan atlet dari jenjang SMP dan SMA, termasuk dua di antaranya yang akan tampil di kelas senior dan kelas bebas,” jelas Herizal. Tak lupa, ia mengapresiasi kerja keras panitia pelaksana Fornas VIII NTB yang dinilainya berhasil menyelenggarakan event dengan semangat inklusif melalui tagline Kalah Menang Semua Senang.
Apresiasi Penyelenggaraan
Ketua Umum PSOBI, Ari mengapresiasi penyelenggaraan Fornas VIII NTB. Pada even kali ini tercatat ada 15 provinsi yang ikut serta dalam pertandingan Benjang dari berbagai kelas. Persaingan berlangsung ketat, terutama melawan peserta dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan NTB selaku tuan rumah. Total 16 emas, 16 perak, dan 16 perunggu diperebutkan.
Ari menyebut, tingginya antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan Benjang kian populer sebagai olahraga alternatif yang berakar dari budaya. “Daripada anak-anak muda ribut di jalan atau motor-motoran, ini ada Benjang sebagai media yang pas dan positif untuk menyalurkan energi mereka,” kata Ari.
Dukungan Pemerintah
Dukungan positif juga datang dari Sekretaris Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Yayat Suyatna. Ia menyebut jumlah peserta dari 15 provinsi sebagai sinyal positif bagi masa depan Benjang.
“Kepesertaan luar biasa. Mudah-mudahan olahraga Benjang terus berkembang dan digemari, terutama oleh generasi muda,” ujar Yayat. Ia mendorong PSOBI untuk lebih aktif mempromosikan Benjang ke seluruh penjuru Indonesia, bahkan hingga lintas negara. Promosi bisa dilakukan melalui media sosial dan keterlibatan langsung para atlet dalam berbagi konten.
“Kemenpora pasti akan terus mendukung. Baik dari sisi program pembinaan maupun bentuk dukungan lainnya,” cetus Yayat.

